Saturday, October 1, 2011

Detik-Detik Pemergian Rasulullah S.A.W


Ada sebuah kisah tentang C.I.N.T.A
yang sebenar-benar cinta
yang dicontohkan Allah melalui kehidupan RasulNya
Pagi itu langit kian menguning
Burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya...
Pagi itu,Rasulullah SAW
Dgn suara yg terbatas,
Berkhutbah,
"Wahai umatku, kita semua di dalam kekuasaan Allah
dan cinta kasihNya
Maka taati dan bertaqwalah kpdNya
Kemudian baginda berkata lagi,
"Kuwariskan kepada kalian 2 perkara, Al-Quran dan sunnahku.
Barangsiapa cinta akan sunnahku
maka dia cinta akanku
Dan kelak,orang-orang yang cinta pdku akan msk syurga
bersama-sama aku

Khutbah singkat itu lalu berakhir
dgn pandangan mata Rasulullah yang tenang, penuh minat,
menatap sahabatnya satu persatu
Abu Bakar, menatap kembali mata itu dgn berkaca-kaca
Umar, dadanya naik turun menahan nafas dan tanggis,
Usman, menghela nafas yg panjang
Ali, menundukkan kepalanya dalam dalam,

Isyarat itu telah pun datang
Saatnya sudah tiba
"Rasulullah bakal pergi selama-lamanya
Manusia agung itu
hampir selesai menunaikan tugasnya didunia ini.
Tanda-tanda itu semakin kuat
Rasulullah lemah dan goyah ketika berjalan turun dari mimbar

Matahari kian tinggi,
tapi pintu rumah Rasulullah baginda masih tertutup
Sedang didalamnya,Rasulullah terbaring lemah,
keluar peluh memercik basah pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Kemudian datanglah malaikat maut,
Fatimah menahan ledak tanggisnya,
Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan mata yang menggetarkan
Lalu turunlah Jibril menemani baginda
Rasulullah lalu bertanya,
"Wahai Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah kelak" dgn suara yg sngt lemah.
Jawab Jibril,
"pintu-pintu langit telah terbuka,
para malaikat telah menanti ruhmu,
semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu"
"TIDAK Wahai Jibril,khabarkan kepadaku gmana nasib umatku kelak?"
Lalu jawab Jibril,
"Allah telah mengharamkan syurga bagi siapa saja kecuali umatmu Ya Muhammad telah berada di dalamnya"

Detik-detik semakin dekat
Saat Izrail melakukan tugas
Perlahan roh Rasulullah ditarik
Urat leher baginda menegang,
Allah....Allah....Allah
Jibril, betapa sakitnya sakaratulmaut ini
Perlahan Rasulullah mengeluh
Fatimah terpejam,
Ali semakin menunduk,
Jibril memalingkan muka
Apa kau jijik melihatku Ya Jibril?
Tidak Ya Rasulullah, tapi siapa yang sanggup,siapa yang tega melihat kekasih Allah direnggut ajal....siapa???
Ya Allah....dahsyatnya sakaratulmaut, Ya Allah,
Timpakan aja semua ini padaku
Jangan pada umatku Ya Allah

Tubuh Rasulullah mulai dingin
Seluruh kaki dan badannya sudah tidak bergerak lagi,
diam kaku,
Bibirnya bergetar ingin mengatakan sesuatu
Lantas Ali mendekatkan telinganya
"Peliharalah solat & peliharalah orang2 yg lemah diantaramu

Diluar rumah,tangisan mulai terdengar
Sahabat saling berpelukan
Fatimah menutup mukanya
Bibir Rasulullah mulai membiru
namun masih ingin berkata sesuatu,
Ali kembali mendekatkan telinganya
"UMMATI, UMMATI, UMMATI"
.........................................................
Dan berakhirlah perjalanan hidup seorang manusia agung.......

No comments:

Post a Comment